Nulis Biar Gakpapa

Minggu, 12 Oktober 2014

Sumpah berapi membaur dalam seribu janji. Senja dipaksa libur hari ini, terbekam hujan yang mereka sebut tangisan dewa-dewi. Akulah gadis pemimpi yang hidup di bawah bianglala karnaval mini, dengan harapan-harapan kecil agar kelak jemari tak lagi berspasi. 
Diposting oleh FH (nulisbiargakpapa) di 15.05 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

About Me

Foto saya
FH (nulisbiargakpapa)
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ►  2024 (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ▼  2014 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • Sumpah berapi membaur dalam seribu janji. Senja d...
  • ►  2013 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Desember (1)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.