Kamis, 26 Maret 2020

Catatan #1

Aku ingat sekali waktu itu.
Aku adalah bocah usia sembilan, bersama kawan-kawan bermain di kebun mentimun tepat di belakang rumah seorang Nenek. 
Diam-diam beliau hampiri kami lalu hadiahkan masing-masing satu mentimun. 
Katanya, "lain kali, kalau mau, minta saja, jangan mencuri."
Tak ada yang mencuri. Kami hanya berkeliling, bermain sembari mencari belalang. 
Tapi... itu peringatan baik, jadi tak perlu disangkal.

Kami jarang terlibat percakapan dengan durasi yang panjang, tetapi tetangga yang tak sekalipun mengeluhkan karakternya tampak cukup untuk menyatakan bahwa beliau adalah tetangga yang baik. Seingatku pun beliau tidak pernah semena-mena kepada para tetangganya. 

Hari ini, Beliau berpulang ke rumah Bapa di Sorga.


Hidup ini misteri. Kita dipertemukan. Kadang-kadang ditakdirkan menjadi tetangga, teman, atau apa saja. Kita tidak bisa pastikan siapa yang akan melihat siapa lebih dulu tiada.
Untuk ketidaktahuan itu, mari bersama-sama kita upayakan segala sikap baik kepada siapapun. Agar jika saat kita tiba, hanya hal baik yang masing-masing kita ingat.