Kita baru saja bertemu. Juga baru beberapa malam lalu kupintal harapan untuk bahagiamu. Begitupun, aku tak akan terburu-buru menilai baik buruk sesuatu. Sebab yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut-Nya, pun sebaliknya.
Semua baik-baik saja sebelumnya dan tanpa aba-aba yang bisa kamu pahami dengan gamblang, duniamu yang tampak tenang mendadak kacau balau, lalu runtuh. Aku tak punya kata atau cara apa pun. Bahkan jika kupunya, aku tak akan mampu menghiburmu.
Saat usia mencapai batasnya, bukan hanya keberadaan fisik mereka yang meninggalkan yang berakhir, ada bagian dari diri kita yang ditinggalkan juga ikut berakhir. Karenanya, kesedihan yang memanjang dan ikhlas yang lambat mencapai dermaganya dapat dimaklumi. Usah terburu-buru berkenan dengan seluruh nasihat lewat belasungkawa. Pelan-pelan saja hingga kau mampu imani ini sebagai takdir-Nya. Meski tak pernah benar-benar kupahami rasa sakit itu sama persis sepertimu, doa terbaikku bagimu, bagi perasaanmu, selalu.